Fenotiazin adalah antagonis
dopamin dan bekerja sentral dengan cara menghambat chemoreseptor trigger zone. Obat ini dipakai untuk profilaksis dan terapi mual dan
muntah akibat penyakit neoplasia, pasca radiasi, dan muntah pasca penggunaan
obat opioid, anestesia umum, dan sitotoksik. Efek sedasi proklorperazin,
ferfenazin, dan trifluoperazin lebih rendah dibanding klorpromazin. Reaksi
distonia berat kadang-kadang muncul pada pemakaian fenotiazin, terutama pada
anak-anak.Fenotiazin memiliki beberapa turunan,salah satunya
Fluphenazine. Fluphenazine
adalah derivat fenotiazin dan termasuk ke dalam sub famili piperazine. Rumus
kimia flufenazin dekanoat dapat dilihat pada gambar 1
![]() |
Gambar
1. Struktur
kimia flufenazin dekanoat
Penggunaan flufenazin
dekanoat mengakibatkan peningkatan metabolisme dopamin pada otak. Metabolisme
dopamin dapat membentuk radikal-radikal bebas dan ROS.Auto-oksidasi dopamin
pada akhirnya menyebabkan pembentukan neuromelamin dan quinon/semiquionon serta
ROS. Oksidasi dopamin oleh reaksi enzimatis yang dikatalasis oleh monoamine
oxidase (MAO) dapat menyebakan pembentukan H2O2, deaminasi metabolit-metabolit
membentuk asam 3,4- dihidroksibensoat dan asam homovanilat. Secara normal H2O2
diaktivasi oleh katalase atau glutathione peroksidase.
Flufenazin dekanoat bekerja
sebagai antagonis dopamine yang tersedia dalam bentuk depot. Dosis terapi
efektif minimum flufenazin dekanoat adalah 2 mg. Penggunaan flufenazin dekanoat diindikasikan
untuk gangguan psikotik primer, skizofrenia, gangguan bipolar, psikosis
sekunder, dan agitasi dan perilaku kekerasan. Salah satu efek simpang yang
ditimbulkan oleh obat antipsikotik tipikal adalah ikterik dan jika terjadi efek
simpang ini, penggunaan obat antipsikotik dihentikan. Sebagian besar
antipsikotik di metabolisme sempurna melalui berbagai proses. Penggunaan obat
jangka panjang dapat mempengaruhi aktivitas enzim mikrosomal hepar. Terpengaruhnya enzim mikrosomal dapat
mempengaruhi kadar katalase pada organ hepar. Penggunaan flufenazin dekanoat
mengakibatkan peningkatan metabolisme dopamin pada otak. Metabolisme dopamin
dapat membentuk radikal-radikal bebas dan ROS. Auto-oksidasi dopamin pada
akhirnya menyebabkan pembentukan neuromelamin dan quinon/semiquionon serta ROS.
Oksidasi dopamin oleh reaksi enzimatis yang dikatalasis oleh monoamine oxidase
(MAO) dapat menyebakan pembentukan H2O2, deaminasi metabolit-metabolit
membentuk asam 3,4- dihidroksibensoat dan asam homovanilat. Secara normal H2O2
diaktivasi oleh katalase atau glutathione peroksidase.
Pertanyaan
1.
Apa
saja turunan dari fenotiazin selain Fluphenazine?
2.
Berapa
dosis pengunaan Fluphenazine?
3.
Kondisi
pasien seperti apa yang memungkinkan untuk diberikannya Fluphenazine?
4.
Apa
sediaan ini aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui?
5.
Apakah
memungkinkan penggunaan obat ini dalam jangka waktu lama?

4. Fluphenazine secara resmi belum dimasukkan ke dalam kategori kehamilan oleh FDA. Fluphenazine masuk ke dalam faktor risiko kehamilan C oleh Briggs dkk. Salah satu kasus beberapa kelainan kongenital telah dilaporkan pada bayi yang ibunya menggunakan enanthate fluphenazine dan obat lain selama kehamilan.Tidak ada data pada ekskresi fluphenazine ke dalam ASI.
BalasHapusNamun obat ini tidak di anjurkan untk ibu hamil dan menyusui
1. Contoh turunan fenotiazin yang terutama diguanakn sebagai antipsikosis adalah
BalasHapuspromazin, kloropromazin, trifluoperazin, teoridazin, mesorizadin, perazin
(Taxilan)
, butaperazin, Fluferazin, asetofenazin dan carfenazin
2. Standar dosis dewasa untuk psikosis
BalasHapusOral: Dosis awal: 0.5 sampai 10 mg/hari secara oral dalam dosis terbagi setiap 6 sampai 8 jam.
Dosis pemeliharaan: dosis harian lebih dari 3 mg jarang diperlukan. Saat gejala sudah terkontrol, dosis sebaiknya dikurangi secara perlahan hingga dosis pemeliharaan harian 1 sampai 5 mg yang bisa diberikan sebagai dosis tunggal harian.
Parenteral: Dosis awal: 2.5 sampai 10 mg/hari IM dibagi setiap 6 sampai 8 jam (2.5 mg/mL). Enanthate/Decanoate (25 mg/mL): Dosis awal: 12.5 sampai 25 mg IM subkutan.
Dosis pemeliharaan: pemberian Enanthate/Decanoate biasanya setiap 3 sampai 4 minggu.
3. digunakan untuk mengobati gejala mental/kondisi mood jenis tertentu (skizofrenia).
BalasHapusObat ini tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak di bawah usia 12 tahun. Juga, tidak boleh digunakan untuk mengendalikan masalah perilaku pada pasien dengan keterbelakangan mental
4. Fluphenazine dapat menyebabkan masalah pada bayi yang baru lahir jika digunakan saat bulan-bulan terakhir kehamilan.
BalasHapusFluphenazine secara resmi belum dimasukkan ke dalam kategori kehamilan oleh FDA. Fluphenazine masuk ke dalam faktor risiko kehamilan C oleh Briggs dkk. Salah satu kasus beberapa kelainan kongenital telah dilaporkan pada bayi yang ibunya menggunakan enanthate fluphenazine dan obat lain selama kehamilan.
Hapusbelum ada informasi tentang adanya ekskresi Fluphenazine dalam ASI
5. sebaiknya obat ini jangan digunakan dalam waktu yang lam..
BalasHapussaya ingin mnambahkan. seperti yg dikatakan yanti , sebaiknya obat ini jgn d gunakan jngka panjang karena ditakutkan akan mempengaruhi fungsi organ tubuh yg lain. dn juga ditakutkan timbulnya toleransi.
Hapusno 2
BalasHapusStandar dosis dewasa untuk psikosis
Oral: Dosis awal: 0.5 sampai 10 mg/hari secara oral dalam dosis terbagi setiap 6 sampai 8 jam.
Dosis pemeliharaan: dosis harian lebih dari 3 mg jarang diperlukan. Saat gejala sudah terkontrol, dosis sebaiknya dikurangi secara perlahan hingga dosis pemeliharaan harian 1 sampai 5 mg yang bisa diberikan sebagai dosis tunggal harian.
Parenteral: Dosis awal: 2.5 sampai 10 mg/hari IM dibagi setiap 6 sampai 8 jam (2.5 mg/mL). Enanthate/Decanoate (25 mg/mL): Dosis awal: 12.5 sampai 25 mg IM subkutan.
Dosis pemeliharaan: pemberian Enanthate/Decanoate biasanya setiap 3 sampai 4 minggu.
No 2
BalasHapusOral: Dosis awal: 0.5 sampai 10 mg/hari secara oral dalam dosis terbagi setiap 6 sampai 8 jam.
Dosis pemeliharaan: dosis harian lebih dari 3 mg jarang diperlukan. Saat gejala sudah terkontrol, dosis sebaiknya dikurangi secara perlahan hingga dosis pemeliharaan harian 1 sampai 5 mg yang bisa diberikan sebagai dosis tunggal harian.
Parenteral: Dosis awal: 2.5 sampai 10 mg/hari IM dibagi setiap 6 sampai 8 jam (2.5 mg/mL). Enanthate/Decanoate (25 mg/mL): Dosis awal: 12.5 sampai 25 mg IM subkutan.
Dosis pemeliharaan: pemberian Enanthate/Decanoate biasanya setiap 3 sampai 4 minggu.
pemilihan obat yang tepat, sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien (riwayat penyakit pasien) karena dikhawatirkan jika obat yg diberi akan memberi dampak pada penyakit yang lain. pilih obat yang resiko efek sampingnya lebih kecil.
BalasHapusno 5,
BalasHapusobat golongan fenotiazin sebaiknya tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama karena kemungkinan terjadinya efek samping besar.
Turunan fenotiazine yg byk digunakan yaitu chlorpromazine (cpz) yg bs digunakan mngtasi mual dn mntah..
BalasHapusPenggunaan jangka panjang dapat menimbulkan hipotensi, agranulisitosis, dermatitis, penyakit kuning, perubahan mata, dan kulit serta sensitive terhadap cahaya. Contoh turunan fenotiazin yang terutama diguanakn sebagai antipsikosis adalah promazin, klorpromazin, trifluoperazin, teoridazin, mesorizadin, perazin (Taxilan), butaperazin, Fluferazin, asetofenazin dan carfenazin.
BalasHapus4. Fenotiazin tidak aman digunakan untuk ibu hamil.
BalasHapus